Pertemuan kami terakhir, kala dini hari nan dingin di hamparan pasir Bromo saat masyarakat Tengger melakukan Kasada tahun lalu. Setelah itu, sesekali kami saling menyapa via media sosial.
Tadi malam, namanya kembali muncul di timeline salah satu akun Twitter sebagai pemenang pertama kategori Art and Entertainment dalam Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2012.
Ini dia, Agung Parameswara yang muda namun sepak terjang karyanya tidak boleh dipandang sebelah mata. Karya-karya fotonya menghiasi media nasional hingga internasional, seperti National Geographic Traveler Indonesia, The Jakarta Post, Reuters, Daily Mail UK, Time Lightbox, AP, The Wall Street Journal, dan lain-lain.
Ada beberapa hal yang bisa diambil dari pengalaman saya
Pembaca di Fand Studio.blogspot.com tentunya juga ingin tahu teknis membuat foto. Menurut Anda? he he
Pada dasarnya saya belajar mengenal alat terlebih dahulu. Saya membaca buku panduan, belajar setiap tombol dan fungsi yang ada di kamera.
Nah, sekarang ini kan semua orang pengin ketika punya kamera, ingin bisa memotret semua. Egonya terlalu tinggi, tapi tidak mau membaca dan belajar dasar dulu. Jarang ke lapangan tapi pengin punya foto bagus. Generasi-generasi instan itu sudah banyak berkembang.
Tapi kalau bagi saya, untuk menjadi fotografer tentunya ini bukan sekadar alat dan instan, tapi tentang menghasilkan karya foto. Karena fotografer dikenal karena karya-karya yang dihasilkannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar